Sabtu, 25 Desember 2010

Dalil Mafia – Part 4


• Jika satu-satunya alat yang kamu miliki adalah palu, semua masalah akan nampak seperti paku.
• Perjanjian dibuat untuk dilanggar.
• Selalu ada saat untuk menimbang utang piutang.
• Jika kamu berkompromi, kamu kalah. Jika kamu nampak seakan telah berkompromi, kamu telah mengambil langkah menuju kemenangan.
• Kesulitan menunjukkan watak orang yang sebenarnya.
• Persiapan adalah ibu peruntungan, keberanian adalah bapaknya.
• Istri lelaki yang ceroboh adalah calon janda.
• Lama sesudah dosa-dosa lain menua, keserakahan tetap awet muda.
• Jika kamu menjadi alas tempa, bersabarlah; jika kamu menjadi palunya, seranglah.
• Jika rencana-rencanamu terwujud, setiap orang akan menjadi sahabatmu; jika gagal baru sesudah itu kamu menemukan sahabatmu yang sejati.
• Kesialan selalu datang berpasangan; sesudah itu beranak-pinak.
• Jangan sekali-kali mengharapkan logika dan nalar untuk mengatur masalah manusia.
• Peruntungan selalu senyum, dan sesudah itu berkhianat.
• Pilihan yang salah biasanya terasa lebih nalar.
• Ketika situasi sedang buruk-buruknya, satu-satunya perkembangan adalah menjadi lebih baik.
• Demi perdamaian, bersiaplah untuk bertempur.
• Jangan sekali-kali menciptakan musuh secara tidak perlu.
• Jangan mengajarkan semua jurus tipu dayamu pada para prajuritmu; kalau tidak senjata bisa makan tuan.
• Lebih baik musuh-musuhmu terlalu besar menilai kebodohanmu daripada kecerdikanmu.
• Untuk mempedayai musuh, berpura-puralah takut padanya.
• Seekor kecoak yang dibungkus kubis adalah lebih baik daripada tidak ada daging sama sekali.
• Masa depan dibeli dengan masa kini.
• Setelah perang, banyak pahlawan menampilkan diri.
• Kesialan selalu datang melalui pintu yang dibiarkan terbuka untuk mereka.
• Setelah kemenangan, asahlah pisaumu.
• Jika kamu belum pernah di jalanan, kamu tidak dapat mengenalinya.
• Jika musuh mundur setiap kali kamu memainkan kartu yang bagus, bermainlah dengan menatap mata mereka.
• Seranglah lebih dulu, dan niscaya itu akan menjadi serangan terakhir.
• Krisis khayalan selalu lebih buruk daripada krisis nyata.
• Biarkan anjing-anjing yang sedang tidur menggeletak, kecuali jika kamu menggiring seeokor singa.
• Tidak seorang pun mati dua kali.
• Kemenangan selalu bersifat sementara; begitu pula kekalahan.
• Teori-teori yang terbaik biasanya menghasilkan praktek yang buruk.
• Kebisuan tidak pernah membuat kesalahan.
• Biarkan musuhmu berbicara. Jika dia sudah selesai bicara, biarkan dia bicara lagi.
• Orang bisa dibeli dengan berbagai uang logam.
• Perlakukan orang tak dikenal sebagai sahabat; percayai dia sebagaimana kamu mempercayai orang tak dikenal.
• Air tenang mungkin menyembunyikan hiu.
• Tidak ada yang disebut politikus murahan.
• Hidup sesuai kemauan orang lain adalah penderitaan bagi segelintir orang, perlu bagi banyak orang, dan membahagiakan bagi kebanyakan orang. Terapkan prinsip ini.
• Kemarahan adalah angin yang bertiup dan mematikan lilin penalaran.
• Cukup bukanlah pesta; cukup hanyalah cukup.
• Di tengah lautan semua orang bersaudara, tetapi mereka yang memegang pelampung mungkin tidak mau berbagi.
• Hanya orang bodoh memalingkan punggung ke arah tujuan.
• Jangans ekali-kali mengikat seekor anjing dengan usus seekor babi.
• Ketakutan seringkali ditutup-tutupi dengan keberanian.
• Musuh paling berbahaya adalah ketika dia nampak kalah.
• Tipulah si kaya, tetapi jangan menghina mereka.
• Jika kamu berburu, biarkan si buruan mendatangimu.
• Masa tua seekor rajawali sama seperti masa remajanya, penuh mara bahaya.
• Ke mana kamu melangkah, disitu kamu berada.
• Cukup! Selesai!

Dalil Mafia – Part 3


• Lebih baik seekor keledai yang mengangkut beban daripada seekor kuda yang melempar tuannya.
• Si ikan tewas karena mulutnya menganga.
• Baja jelek tidak mungkin kamu buat tajam.
• Sesekali dengarkanlah badut-badut; mungkin kamu bisa menarik pelajaran berharga. Tetapi jangan sekali-kali mendebat mereka.
• Wanita melawan agar dikalahkan; begitu pula laki-laki tertentu.
• Jangan menghakimi orang lain berdasarkan apa yang kamu dengar tentang mereka.
• Rajawali tidak berburu lalat.
• Jika main skating di atas es tipis, meluncurlah cepat-cepat.
• Jika anak panah lepas dari busurnya, dia tak pernah kembali.
• Jika kamu tidak meminta bantuan mereka, semua orang akan santun.
• Yang membayar banyak dilayani dengan baik.
• Seluruh kehidupan adalah peruntungan yang buta, bahkan ketika kamu mengira tengah mengubahnya.
• Uang curian dua kali lebih nikmat daripada uang yang bersimbah keringat.
• Persiapan adalah ibu nasib baik.
• Kekurangan uang atau kasih sayang ada di dasar semua pelanggaran kita.
• Tidak ada lelaki yang senang keutamaan sebagaimana dia senang wanita.
• Uang disambut hangat bahkan sekalipun ia datang dengan bungkus kotor.
• Lelaki yang jatuh cinta (pada apapun), akan kehilangan harga dirinya, dan bersamaan dengan itu, nalar sehatnya. Pengetahuan mengenai hal ini membantu menangani bawahan dan musuh.
• Biarawati yang minggat selalu menjelek-jelekkan biaranya.
• Badut yang membisu akan dianggap bijak, maling yang kaya akan dianggap priyayi.
• Satu kepalan nasib baik adalah lebih berharga daripada satu truck kebijaksanaan.
• Apa yang berputar akan sampai ke sini juga, tetapi tidak pernah tepat waktu.
• Dalam badai, berdoalah kepada Tuhan tetapi kayuhlah dayung menuju pantai.
• Serigala kehilangan taring mereka, tapi bukan sifat mereka.
• Dari lima belas orang yang menyanjung, setidaknya empat belas yang berdusta.
• Jika suatu masalah tidak terpecahkan, carilah wanitanya, atau pejantannya.
• Tanganilah fakta-fakta dari suatu situasi yang buruk seakan-akan fakta-fakta itu lebih parah daripada yang kamu ketahui. Fakta-fakta situasi yang baik jangan sekali-kali kamu usik.
• Yang tersedia selalu cukup; cukup untuk disimpan, cukup untuk dihadiahkan, cukup untuk dicuri, asalkan kamu terlebih dahulu mendapatkan semuanya.
• Setiap obat untuk situasi yang buruk mempunyai efek samping. Pilihlah obat dengan efek samping paling kecil.
• Percayailah orangnya, jangan sumpahnya.
• Lebih daripada cinta, rasa ingin tahu mengakibatkan banyak orang kehilangan keperawanan mereka.
• Banyak yang akan memancing tetapi sedikit yang akan membawa umpan.
• Tidak ada solusi yang memuaskan setiap orang.
• Jika kamu terpaksa mengiris, yakinkan korbanmu bahwa kamu seorang ahli bedah.
• Banyak omong, banyak dusta.
• Sang capo mengungkapkan sebagian rencananya pada satu orang, sebagian lagi pada orang lain, tetapi tidak pernah utuh.
• Obat yang mujarab selalu pahit.
• Jangan sekali-kali merisaukan hari esok. Besok kamu mungkin mewarisi sejuta dollar atau dilindas truck. Atau mewarisi sejuta dollar dan dilindas truck.
• Sentimen adalah untuk bayi yang masih menyusu.
• Jika diberi waktu cukup, tidak satu tugas pun akan rampung.
• To be continued…

Kamis, 23 Desember 2010

Dalil Mafia – Part 2

• Terimalah peringatan dari orang lain mengenai apa yang mungkin menguntungkan kamu, tetapi jangan memberi peringatan apapun pada orang lain.
• Kepercayaan orang tidak setara dengan uang tunainya.
• Ketika kamu berhasil menangkap ikannya, umpannya kamu lepaskan. Ini kerugian yang perlu direlakan.
• Beberapa jenis kekalahan adalah lebih baik daripada kemenangan; beberapa jenis kemenangan lebih buruk daripada kekalahan.
• Jangan menyonggrok apel hijau, jika sudah masak ia akan jatuh sendiri.
• Usahakan selalu menarik si ular dari lubangnya dengan tangan orang lain.
• Jangan menggunakan kedua kakimu untuk mengukur dalamnya sungai.
• Mereka yang tidak dapat bertindak sesuai keinginan harus bertindak sesuai kemampuan. Yang tidak dapat diobati harus dianggung. Pastikan kamu mampu bertindak sesuai keinginan; kalau tidak, jangan tetapkan itu sebagai sasaranmu.
• Tuhan akan memberikan karunia, tetapi sebelum itu kamu harus nombok.
• Tergesa-gesa adalah ibu kesialan.
• Orang yang ingin menggantung diri sendiri selalu bisa dituntun menuju tiang gantungan.
• Semua hukum tidak berlaku di depan keperluan yang mendesak.
• Pentolan preman jalanan yang cerdik mengerjakan sebagian tugas kotor sendirian, dan memastikan agar anak buah tahu tentang itu.
• Jika kamu dipaksa membungkuk, membungkuklah serendah mungkin. Dan tanamkan itu dalam ingatanmu sampai kamu melampiaskan dendam kesumatmu.
• Dibutuhkan seribu pukulan untuk menanam sebatang paku dalam kegelapan.
• Jangan sekali-kali mempersulit kesulitan sampai kesulitan mempersulit kamu.
• Pegang teguh apa yang paling kamu ketahui. Pohon yang dipindah-pindah tidak pernah subur.
• Jangan sekali-kali mengusik rampokan orang lain. Suatu ketika itu bisa menjadi bumerang bagimu sendiri.
• Keberanian dalam bisnis adalah syarat nomor satu, nomor dua, dan nomor tiga.
• Tetapkan prioritas; Jika kamu berada di tengah-tengah gerombolan buaya, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mengeringkan rawanya.
• Segala sesuatu di dunia ini menuntut imbalan.
• Seribu teman tida pernah cukup; satu musuh sudah cukup. Musuh yang “jinak” tidak pernah ada.
• Biarkan musuh membantumu. Salah satu cara musuh bisa membantumu adalah dengan membiarkan instinknya yang “lebih baik” mengkhianati dia sendiri.
• Buatlah rencana serumit mungkin, tapi berikan perintah sesederhana mungkin.
• Jika kamu tidak bisa menang, buatlah agar harga kemenangan musuhmu setinggi langit.
• Bersikaplah santun pada semua orang, ramah pada banyak orang, akrab dengan segelintir orang, dan bersahabat dengan satu dua saja.
• Orang tolol tidak dapat menyembunyikan kebijaksanaannya.
• Cewek rumahan akan selalu mentertawakan leluconmu.
• Tameng yang terbaik adalah menjaga jarak pukulan.
• Ketika taruhan dibuat, pastikan agar kamu sendiri yang memegang dadunya.
• Musuhmu tidak akan pernah sekuat yang kamu duga. Begitu pula kamu.
• Sahabat kental seekor burung nazar yang kelaparan adalah bangkai seekor kuda. Dengan kata lain, bahkan anak haran jadah pun ada gunanya.
• To be continued…

Jumat, 17 Desember 2010

Dalil Mafia – Part 1


• Kamu bisa mendapatkan hasil lebih banyak dengan kata-kata manis dan sepucuk senjata daripada hanya dengan kata-kata manis. ( Al Capone )
• Dunia ini milik si penyabar.
• Banyak berpikir, sedikit bicara, lebih sedikit lagi menulis.
• Jika kamu tidak bisa menang dengan bertarung secara fair, main kotor itu wajib. Atau usahakan pihak ketiga menjalankan pertarunganmu.
• Ajari lidahmu untuk mengatakan “Aku tidak tahu.”
• Jika kamu harus memukul orang selagi kamu marah, usahakan jangan sampai mengenai diri sendiri.
• Api bisa ditutup-tutupi, tetapi asap tidak.
• Jauh lebih baik musuh-musuhmu mengira kamu gila daripada berpikiran waras dan jernih.
• Sebutir gandum tidak memenuhi sebuah karung, tetapi tetap berguna.
• Orang yang meniup api mengkilat matanya.
• Kelaparan mengubah roti tawar menjadi kue, mengubah jagung menjadi bistik.
• Kesempatan menciptakan maling ; maling yang tidak mempunyai kesempatan untuk mencuri menganggap dirinya sendiri orang jujur.
• Tak ada yang lebih enteng daripada sebuah janji.
• Orang yang mengabdi pada dua majikan harus berdusta pada salah satunya.
• Jika kamu harus melukai orang, lakukanlah itu dengan sebrutal mungkin sehingga kamu tidak perlu takut pada pembalasannya.
• Jika kamu membiarkan musuh-musuhmu (atau teman-temanmu) mengira mereka sederajat denganmu, tak lama mereka akan menganggap dirinya atasanmu.
• Jangan mencoba mengubah musuh-musuhmu, usahakan saja mengendalikan mereka. Ketahuilah dimana mereka, apa yang mereka pikirkan, dan siapa yang mereka percayai.
• Berikan janjimu dengan sepatah kata, penuhi janjimu dengan sekuat tenaga.
• Jika kamu marah, tutup mulutmu tapi buka matamu lebar-lebar.
• Katakan pada dirimu siapa dirimu kelak, kemudian lakukan apa yang perlu.
• Jangan sekali-kali meremehkan 3 hal ini : (1) kemampuan musuh-musuhmu; (2) kelicikan musuhmu; (3) keserakahan musuhmu. Tetapi juga jangan memandangnya kelewat tinggi.
• Satu-satunya cara menyimpan rahasia adalah membisu seribu bahasa.
• Lipat-duakan perkiraan-perkiraan negatif dari prospek-prospekmu dalam usaha apapun. Potong hingga separuh perkiraan-perkiraan yang positif.
• Lebih baik memotong sepatunya daripada menggencet kakinya.
• Semua yang mendengkur tidak tidur.
• Jika kamu terpaksa berdusta, jangan bertele-tele.
• Hal kebetulan itu tidak pernah ada.
• Bukalah mulut dan dompetmu dengan hati-hati.
• Pelajari kebijaksanaan konvensional, kemudian hindarilah.
• Si gagak mati tenggelam karena menganggap dirinya seekor camar.
• Yang tidak diketahui bisa dilupakan. Senjata yang tidak digunakan tidak akan meneteskan darah. Kehampaan melahirkan kehampaan.
• Pertahanan terbaik melawan pengkhianat adalah dengan pengkhianatan.
• To be continued…

  
sumber : Mafia Manager

Senin, 13 Desember 2010

Menang Dipuja,Kalah Dihujat

Fenomena keberhasilan timnas P.S.S.I menembus semifinal A.F.F Cup mendominasi berita olah raga di berbagai media belakangan ini.Saya pun ikut bangga melihat perkembangan timnas Indonesia akhir2 ini.Saya tidak dapat membayangkan apabila di semi final nanti Indonesia kalah dari Philpina.Siapa yang akan dikambing hitamkan suporter apabila Indonesia benar kalah dari Philipina?

"Memang dalam sepakbola hanya ada dua hal. Bila menang akan disanjung dan yang disanjung pelatih dan pemain. Tapi jika kalah, maka yang akan dihujat pengurusnya," jelas Nurdin Halid dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi X DPR RI, Senin (4/10/2010).

Kalah disalahkan,menang disanjung menurut saya itu masih wajar,yang kurang wajar apabila masa tuanya tidak diperhatikan. Di luar negeri, disalahkan itu bukan berarti dihujat habis-habisan termasuk di gebukin atau dicibir di jalan,disanjung itu bisa berarti dapat imbalan yg sgt sepadan,yang membuat si atlit puas,bangga dan mau berjuang terus agar tetap berhasil sehingga selalu mendapatkan imbalan/sanjungan yg pantas & jika tua nanti, ia tidak akan peduli seberapa acuhnya orang kepadanya. 

Itulah pola Reward (penghargaan) yang sudah sistemik mengakar di negara kita.Mungkin yang harus kita kembangkan adalah 'Penghargaan Holistik',artinya : penghargaan yang diawali dengan evaluasi/analisis yang menyeluruh. Kalau kalah atau menang dianalisis mengapa kalah dan mengapa menang.Dengan demikian, bisa diketahui'Titik Kritis'mengapa kalah atau mengapa menang,termasuk dalam aspek pola pembinaannya,tidak hanya dari sisi pemain saja,tapi termasuk keseluruhan aspek yang ada (pelatih dan sumberdaya lainnya termasuk sarana dan prasarana).Dengan demikian, penghargaan yang diberikan akan komprehensif dan profesional. Seharusnya pola penghargaan terhadap olahragawan/wati yang sudah tua, apalagi yang berprestasi mengangkat nama bangsa dan negara, adalah berupa tunjangan pensiun seperti halnya PNS.Untuk jangka panjang,hal tersebut sangat penting dalam menumbuhkan minat masyarakat untuk berkecimpung dalam bidang olahraga...

Sekedar catatan tambahan,saya bangga dengan tanah kelahiranku(Wajo)tetapi saya akan semakin bangga apabila Kabupaten Wajo dapat mengikuti jejak Kabupaten Sinjai yang telah menembus divisi utama liga Indonesia,saya bangga jadi orang indonesia tapi saya akan lebih bangga apabila Indonesia dapat berlaga di Piala Dunia...




Minggu, 12 Desember 2010

Budayakan Sikap Politik Siap Menerima Kekalahan

Belajar dari pengalaman penyelenggaraan pemilu baik legislatif, kepala daerah maupun pemilu presiden di negeri ini, terlihat masih banyaknya sikap yang menunjukkan rasa ketidakpuasan di kalangan tertentu karena tidak terakomodasinya kepentingan-kepentingan politik mereka. Padahal semua itu harus diterima sebagai satu kenyataan di era demokrasi yang sedang dibangun bersama. 

Untuk mencapai kualitas demokrasi yang diharapkan, tentunya secara berkesinambungan dan berkelanjutan perlu dikembangkan budaya politik yang berorientasi kepada sikap dan etika politik yang mencerminkan kedewasaan politik. Dibutuhkan jiwa besar, legowo, dan siap menerima kekalahan serta menghormati yang menang.

Tengoklah pidato kekalahan John McCain yang bobotnya tidak kalah luar biasa dibandingkan dengan pidato kemenangan Obama. “Tidak ada di dalam hati saya, kecuali kecintaan saya kepada negeri ini dan kepada seluruh warga negaranya, apakah mereka mendukung saya atau Senator Obama. Saya mendoakan orang yang sebelumnya menjadi lawan saya, semoga berhasil dan menjadi presiden saya”, ujar McCain. Hal yang sama juga terjadi pada Pemilu Amerika Serikat sebelumnya, di mana secara sengit akhirnya Al Gore dikalahkan oleh Bush dengan selisih sangat tipis. Al Gore mengucapkan selamat, menerima kekalahan, tidak ada protes, tidak ada anarki. Ternyata benar, Al Gore mendapatkan hadiah Nobel sedangkan Bush dicap sebagai salah satu presiden AS terburuk.

Sportifitas adalah budaya, budaya adalah konsensus bersama  yang nilainya dibawa ke dalam benak setiap individu. Penanaman budaya seperti ini rasanya masih kurang ditanamkan oleh masyarakat kita, budaya gengsi dan menang sendiri masih sangat terasa di sana-sini. Perlu ditanamkan sejak dini bahwa kalah dan mengakui kekalahan adalah terhormat, bukan sesuatu yang memalukan atau menurunkan harga diri. Sikap ini justru menunjukkan kebesaran jiwa, sikap ksatria dan kedewasaan diri.

Sangat menyentuh sekali pidato McCain, dan sangat menyedihkan sekali konflik beberapa Pilkada di Indonesia yang disebabkan tidak mau mengakui kekalahannya.Wajah masyarakat yang tidak mau menerima kekalahan adalah wajah yang belum menunjukan tanda-tanda kedewasaan. Entahlah.